Rabu, 09 April 2014

Menghilangkan flek hitam bekas jerawat di wajah

Masalah jerawat memang masalah kesehatan yang susah-susah gampang. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dalam menimbulkan jerawat, serta penanganan cara menghilangkan bekas jerawat ini biasanya memerlukan waktu lama dan juga kedisiplinan yang tinggi.

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini:

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit
  • Sehingga pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik.


Kondisi kulit berminyak merupakan jenis kulit yang sangat berisiko untuk mengalami jerawat. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum.

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Kami sarankan agar tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan  kebersihan wajah

sumber

Kamis, 03 April 2014

Tips Mencegah dan Menghilangkan Jerawat Bentol Merah

Jerawat dianggap salah satu gangguan yang paling menjengkelkan karena meski telihat sepele namun seringkali sulit untuk diobati. Jerawat yang disebabkan oleh faktor hormonal biasanya akan sembuh dengan sendirinya saat hormone kembali seimbang, sedangkan jerawat bentol merah tanpa mata di wajah yang biasa disebabkan oleh kurang bersihnya kulit sedikit sulit untuk disembuhkan, bahkan pada beberapa kasus memerlukan operasi kecil agar bisa hilang secara sempurna.

Jenis-Jenis Jerawat

- Jerawat dengan bejolan seperti bisul. Je
- Jerawat radang.
- Jerawat dengan komedo.

Khusus untuk jerawat bentol merah tanpa mata, biasanya orang yang terserang akan sangat terganggu. Jerawat jenis ini terasa sakit ketika dipegang bahkan kalau sering dipegang bisa mengakibatkan peradangan. Jerawat ini sulit sekali untuk ditangani dengan pengobatan biasa. Penyebabnya pun bisa beragam, mulai dari masalah hormone, faktor genetic kurang bersihnya kulit wajah, sering terpapar polusi, dsb.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, baik untuk mencegah ataupun mengobati jerawat jenis ini maupun cara menghilangkan bekas jerawat, yakni:

- Rajin-rajin membersihkan wajah dari bekas kosmetik.

- Setelah beraktivitias di luar ruangan, pastikan untuk mencuci muka dengan sabun khusus muka dan sesuai dengan jenis kulit.

- Pakai pelembab setelah mencuci muka agar terlindung dari serangan polusi yang dapat menimbulkan jerawat.

- Menggunakan scrub seminggu sekali untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang masih melekat,

- Secara rutin gunakan masker yang terbuat dari air perasan jeruk nipis yang diketahui dapat membunuh bakteri penyebab jerawat.

- Jika terdapat komedo, segera bersihkan dengan menggunakan sabun wajah dan scrub.

- Jika masalah jerawat dirasa sudah sangat mengganggu sebaiknya temui dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selasa, 18 Maret 2014

Cara tepat Mengobati Jerawat dan juga Bekasnya

Kebanyakan setiap orang yang berjerawat selalu mecoba bagaimana cara menghilangkan jerawat begitu juga dengan cara menghilangkan bekas jerawat.
Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 
  1. Stres
  2. Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  3. Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  4. Keturunan dari orangtua
  5. Bakteri di pori-pori kulit
Sehingga pengobatan dengan obat jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. 
Kondisi kulit berminyak merupakan jenis kulit yang sangat berisiko untuk mengalami jerawat. Selain pengobatan dengan obat jerawat memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stres dan sebagainya.
Pengobatan dengan obat jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obat jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan dengan obat jerawat yang diberikan dapat termasuk pengobatan obat jerawt luar dan juga obat-obat jerawat minum.

Bekas jerawat selain dengan obat jerawat dapat dihilangkan dengan beberapa cara, misalnya dengan terapi laser, dermabrasi, dll.  Namun, penanganan bekas jerawat ini sangat tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian obat jerawat alternatif seperti krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat yaitu Prosedur Chemical peeling. Kedua prosedur tersebut (obat jerwat seperti krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. 
Namun, sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti kedalaman bekas jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan obat jerawat serta jenis cairan kimia dan konsentrasi/ kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Selasa, 11 Maret 2014

Atasi Jerawat Saat Hamil


Dalam keadaan tanpa kehamilan saja, jerawat merupakan masalah yang cukup mengganggu bagi seorang wanita dan pasti kita melakukan berbagai cara menghilangkan bekas jerawat. Apalagi pada saat kehamilan, ketika seluruh bagan tubuh terpengaruhi. Meskipun sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi, namun kondisi kulit berjerawat dapat sangat mempengaruhi kondisi psikis Ibu hamil. Seringkali berbagai usaha dilakukan untuk dapat mengendalikan kemunculan jerawat di kulit. Namun, pada saat kehamilan, berbagai usaha ini perlu lebih diperhatikan karena tidak setiap penanganan jerawat aman untuk janin di dalam kandungan.

Jerawat dalam Kehamilan

Jerawat dalam kehamilan seringkali muncul pada 3 bulan pertama usia kehamilan. Hal ini disebabkan karena pengaruh perubahan hormon Ibu hamil sehingga terjadi peningkatan produksi minyak pada kulit yang membuat kulit lebih mudah berjerawat. Kondisi kulit Ibu yang berjerawat ini sebagian besar mereda seiring bertambah tuanya usia kehamilan dan menghilang setelah kelahiran bayi karena kondisi hormon Ibu yang kembali seperti semula. Untuk itu, sebenarnya Ibu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi kulit yang berjerawat ini karena sebagian besar tidak menetap.

Penanganan Jerawat

Ketika kulit Ibu hamil berjerawat yang perlu diperhatikan adalahperawatan dan pengobatan kulit yang tepat. Ibu disarankan untuk tidak menggunakan obat jerawat sembarangan dan selalu terlebih dahulu mengkonsultasikan penggunaan obat maupun perawatan kulit dengan dokter. Hal ini disebabkan karena beberapa obat minum untuk mengatasi jerawat juga telah diketahui berbahaya untuk janin dan sebagian besar obat oles kulit untuk jerawat dapat menembus kulit, beredar dalam peredaran darah dan menembus plasenta. Ini dapat menyebabkan kelainan pada janin. Selain itu, belum semua obat jerawat diteliti efeknya terhadap janin sehingga keamanannya untuk Ibu hamil belum dapat dipastikan.
Bila Ibu hamil berjerawat, perawatan kulit yang baik dan benar memegang peranan penting dalam mengontrol keparahan. Berikut adalah beberapa perawatan yang dapat diterapkan untuk kulit Ibu hamil yang berjerawat.
  1. Cucilah wajah secara teratur 2 kali sehari. Sebaiknya mencuci wajah jangan terlalu sering, jangan terlalu digosok dan jangan menggunakan bahan-bahan yang kasar/iritatif (handuk, pencuci wajah dengan scrub) karena dapat menyebabkan iritasi dan malahan memicu jerawat.
  2. Gunakan bahan-bahan yang tidak berbasis minyak (oil) maupun alkohol, baik untuk kosmetik, pelembab, tabir surya maupun pembersih wajah.
  3. Jika Ibu memiliki jenis kulit kepala berminyak, sebaiknya Ibu mencuci rambut setiap hari. Rambut yang berminyak dan kotor dapat mempengaruhi kebersihan kulit wajah sehingga dapat memicu terjadinya jerawat.
  4. Jangan melakukan manipulasi apapun pada jerawat Ibu, seperti: memegang-megang, menekan-nekan, atau memecahkan jerawat. Hal ini dapat menyebabkan bekas jerawat yang lebih sulit diatasi daripada jerawat itu sendiri.
Dan, yang terpenting adalah, Ibu perlu selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai produk atau obat-obatan yang hendak digunakan untuk jerawat. Gunakan hanya obat-obat yang direkomendasikan oleh dokter aman oleh untuk masa kehamilan Ibu.

Minggu, 02 Maret 2014

Tips Cantik Walau Berjerawat




Bagi banyak penderita kulit berjerawat berbagai cara menghilangkan bekas jerawat dilakukan seperti melakukan rias wajah yang tebal. Terkadang juga sering mereka manfaatkan untuk menutupi jerawat mereka, agar menjadi lebih percaya diri. Namun, terkadang hal ini justru berakibat buruk pada kondisi kesehatan kulit wajah yang berjerawat. Bila tidak hati-hati dalam memilih kosmetik, maka penderita kulit berjerawat dapat memperparah kondisi kulitnya.

Jadi, tidak bisa merias wajah saat berjerawat? Tentu saja tidak demikian. Penderita kulit berjerawat hanya perlu memperhatikan baik-baik kosmetik yang mereka gunakan agar tetap dapat mempercantik diri dan tidak memperparah kondisi kulitnya. Kulit wajah yang berjerawat memang lebih mudah mengalami penyumbatan pori-pori, pembentukan komedo dan penumpukan sel kulit mati. Untuk itulah kosmetik yang diperlukan untuk kulit wajah berjerawat bukan hanya kosmetik rias melainkan juga kosmetik perawatan.

Kosmetik Perawatan mencakup pembersih kulit, pelembab kulit, penipis kulit dan pelindung kulit. Keseluruhan kosmetik perawatan ini ditujukan untuk mengurangi produksi lemak kulit, mengurangi sumbatan di pori-pori kulit, mencegah bakteri masuk ke dalam pori-pori kulit dan mengusahakan berkurangnya peradangan.

Penderita kulit berjerawat sering memilih alas bedak berbentuk krim karena bahannya terasa lebih halus ketika diaplikasikan dan dapat memberi efek penutup yang baik. Namun, justru alas bedak berbentuk krim lebih banyak mengandung bahan yang dapat menyebabkan kulit berjerawat. Untuk itulah, penderita kulit berjerawat lebih disarankan untuk menggunakan alas bedak yang berbentuk cair.

Jadi, penderita kulit berjerawat dapat tetap mempercantik diri dengan kosmetik, namun perlu memperhatikan produk-produk kosmetik yang digunakan dan sangat disarankan untuk mengkonsultasikannya dengan dokter agar tidak memperparah kondisi kulit berjerawat dan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing penderita.

sumber